Pengaruh Ekstrak Teh Hijau terhadap Penurunan Berat Badan pada Remaja

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 29 May 2020 13:38 Wib | Dibaca : 1604 | Kategori : Artikel


Berat Badan adalah parameter antropometri yang sangat labil, berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya dalam keadaan yang abnormal, terdapat dua kemungkinan perkembangan berat badan, yaitu dapat berkembang cepat atau lebih lambat dari keadaan normal. Berat badan  harus  selalu  dimonitor  agar memberikan informasi yang memungkinkan intervensi gizi yang preventif sedini mungkin guna  mengatasi  kecenderungan  penurunan atau penambahan berat badan yang tidak dikehendaki seperti obesitas.

Pada negara berkembang, prevalensi obesitas terus meningkat dan banyak terjadi pada masyarakat usia muda. Masalah kelebihan berat badan juga ditemukan lebih tinggi di antara kelompok usia yang lebih tua. Masalah kelebihan berat badan di daerah pedesaan diperkirakan berdasarkan data NSSHKI tahun 1999 untuk 2001 hanya untuk wanita dewasa. Obesitas pada hakekatnya merupakan timbunan triasilgliserol berlebih pada jaringan lemak akibat asupan energi berlebih dibanding penggunaannya.

Menurut Papalia Olds, Feldma dan Rice (dalam Utomo, G.T 2012) ada tiga penyebab obesitas yakni, faktor fisiologis, faktor psikologis dan faktor kecelakaan. Faktor fisiologis adalah faktor yang muncul dari berbagai variabel, baik yang bersifat herediter (Genetik) maupun non herediter. Faktor genetik, kegemukan dapat diturunkan dari generasi sebelumnya pada generasi berikutnya didalam sebuah keluarga. Dilihat dari faktor-faktor lainya yang menyebabkan obesitas, dari faktor-faktor tersebut pola makan atau jenis makanan yang dikonsumsi dan jenis kegiatan yang dilakukan. Obesitas dapat terjadi pada siapa saja, baik balita, remaja maupun orang dewasa. Remaja menjadi salah satu pusat perhatian mengingat remaja banyak mengalami perubahan fisik, kognitif, emosi, maupun sosial. Perubahan – perubahan yang terjadi pada remaja cenderung akan menimbulkan berbagai permasalahan dan perubahan perilaku di kehidupan  remaja. Salah satu bentuk perubahan perilaku pada masa remaja adalah perubahan perilaku makan baik mengarah ke perilaku makan yang sehat ataupun cenderung mengarah kepada perilaku makan yang tidak sehat.

Status gizi remaja pada saat ini akan berdampak pada status gizinya dikemudian hari. Namun, sayangnya pola makan remaja saat ini cenderung mengikuti tren gaya hidup moderen yang merugikan kesehatan. Remaja lebih menyukai makanan cepat saji (fast food). Para remaja umumnya belum menyadari bahwa aneka jenis junk food dan fast food yang disukai itu sebetulnya empty caloriez, artinya menu makanan yang disajikan oleh gerai–gerai itu umumnya tinggi akan energi, lemak, karbohidarat, protein, garam dan gula namun, rendah akan kebutuhan gizi mikro seperti antara lain mineral, vitamin dan serat yang memiliki peran terhadap overweight diantaranya menunda pengosongan lambung, mengurangi rasa lapar, pencernaan dan dapat mengurangi terjadinya overweight.

Salah satu penelitian ekperimental untuk mengatasi obesitas yaitu melihat efek teh hijau terhadap penurunan berat badan. Teh hijau mengandung flavonoid kelas polifenol yang disebut catechin, yang meliputi epigallocatechin gallate (EGCG), epikatekin galat, dan galat gallocatechin, EGCG dianggap katekin yang paling aktif secara farmakologi. Beberapa penelitian eksperimental telah menunjukkan bahwa konsumsi kronis ekstrak teh hijau (GTE) dapat meningkatkan kinerja latihan, meningkatkan oksidasi lemak dan mencegah obesitas pada tikus C57BL/6J. Teh telah lama dikenal sebagai minuman yang bercitarasa khas dan berkhasiat bagi kesehatan. Budaya minum teh telah dimulai sejak tahun 2737 SM di Cina. Sedangkan di Indonesia, teh dikenal sejak tahun 1686 ketika seorang Belanda yang bernama Dr. Andreas Cleyer membawanya ke Indonesia.

Rahasia utama teh hijau dapat menurunkan berat badan terletak pada tiga komponen/bahan utamanya, yaitu epigallocatechin gallate (EGCG) Caffein, dan L- theanine. EGCG yaitu antioksidan yang dapat menstimulasi metabolisme tubuh kita. Kita dapat membakar lemak hanya dengan duduk dan minum teh. Jadi, dengan minum teh dapat meningkatkan gelombang otak neurotransmitter dan metabolisme tubuh yang dapat meningkatkan energi dan menurunkan nafsu atau selera makan. EGCG dapat meningkatkan konsumsi oksigen dan oksidasi lemak yang pada akhirnya dapat membantu menurunkan berat badan (Murase dkk, 2009).

 Oleh : Restu Fauziati dan Hilman Maulana, S.T

 

Daftar Pustaka 

Murase T, Misawa K, Haramizu S, and Hase T. “Catechin-Induced Activation of The LKB1/AMP - Activated Protein Kinase Pathway”. Biological Science Laboratories, J Biochem Parmachol [internet]. 2009 [diakses tanggal 31 Maret 2009]; 78(1);7884. Tersedia dari:  http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_th esis/unud-1376-2086770474 tesis%20feny%20adriani.pdf

Utomo GT. Pengaruh Latihan Senam Aerobik Terhadap Penurunan Berat Badan, Persen Lemak Tubuh Dan Kadar Kolesterol Pada Remaja Putri Penderita Obesitas Di Sanggar Senam Studio 88. Salatiga; 2008


Post Terkait

  • Pengaruh Teh Hitam dan Teh Hijau Terhadap Penyerapan Zat Besi oleh Tubuh

    Tanggal : 10 Sep 2020 08:51:25 Wib

    Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah anemia defisiensi gizi. Defisiensi besi ini dapat disebabkan oleh asupan dan serapan yang kurang, seperti kebiasaan mengkonsumsi zat yang dapat menghambat penyerapan zat gizi seperti minum teh pada saat makan. Hambatan penyerapan ini disebabkan oleh polifenol yang terkandung didalam teh, terutama tanin (Besral et al., 2007). Meskipun teh diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tetapi teh juga diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi pada waktu yang salah, seperti pada saat makan atau dalam satu jam setelah makan. Kebiasaan inilah yang menjadi penyebab terjadinya anemia defisiensi besi (Almatsier, 2009).


  • Smart Plantation : Teknologi Drone untuk Perkebunan Teh

    Tanggal : 03 Aug 2020 09:05:00 Wib

    Drone merupakan salah satu teknologi canggih berupa kendaraan udara. Bentuknya menyerupai pesawat terbang atau helikopter yang dapat dioperasikan tanpa dikendarai oleh awak atau pilot. Menurut Dadang (2019), drone merupakan teknologi dengan berbagai kelebihan, diantaranya (1) efisiensi dalam biaya operasi, (2) efisiensi dalam penggunaan air, (3) efisiensi dalam waktu, (4) efisiensi dalam tenaga kerjs, dan (5) rendahnya drift (dalam kondisi tertentu). Menurut Irawaty., et al (2017), drone sudah mulai dikembangkan untuk mendeteksi keadaan dan kesuburan tanah serta pendeteksian kesehatan tanaman. Sehingga drone juga dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pupuk tanaman.


  • Rainfall Simulator Sebagai Pendugaan Laju Erosi Pada Perkebunan Teh Dengan Cara Yang Sederhana

    Tanggal : 13 Jul 2020 14:13:02 Wib

    Degradasi lahan di Indonesia umumnya disebabkan oleh erosi air hujan. Erosi dapat menjadi masalah serius bagi perkebunan teh, hal ini disebabkan karena jika laju erosi pada lahan perkebunan teh besar dapat menyebabkan hilangnya partikel-partikel tanah pada top soil dan menyebabkan terjadinya kehilangan unsur hara pada lapisan atas tanah yang disebabkan oleh pencucian yang berasal dari terjadinya erosi.


  • Masker Gel Peel-Off Ektrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis)

    Tanggal : 29 Jun 2020 11:13:04 Wib

    Teh (Camelia sinensis) merupakan bahan minuman dibuat dari pucuk muda daun teh yang telah mengalami proses pengolahan tertentu seperti pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis dan pengeringan. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan Selatan, namun sekarang telah dikembangkan di seluruh dunia, di daerah tropis maupun subtropis. Teh bermanfaat memberi rasa segar, dapat memulihkan kesehatan badan. Khasiat yang dimiliki oleh minuman teh tersebut berasal dari kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam daun teh. Kandungan senyawa kimia dalam daun teh dapat digolongkan menjadi 4 kelompok besar yaitu golongan fenol, golongan bukan fenol, golongan aromatis dan enzim.


  • Si ”Jambul” Sumber Kehidupan

    Tanggal : 15 Jun 2020 09:26:44 Wib

    Pada usia berapa anda mengetahui fakta bahwa tanaman teh dapat tumbuh menjadi pohon setinggi 15 meter, padahal yang kita lihat selama ini tanaman tersebut hanya tumbuh hingga setinggi pinggang orang dewasa? Jawabannya ada pada pemangkasan. Proses ini merupakan upaya untuk menghasilkan bidang petik yang rendah sehingga mempermudah dalam pemetikan serta dapat menghasilkan pucuk teh dalam jumlah banyak. BPPP (2005) mengemukakan bahwa pemangkasan merupakan tindakan membuang sebagian dari bagian tanaman untuk menumbuhkan dan merangsang pembungaan dan pembuahan ke arah yang dikehendaki.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.