Repurposing Drug –Tanaman Kina Antimalaria untuk Antivirus

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 30 Jan 2020 09:00 Wib | Dibaca : 1913 | Kategori : Artikel


Dipatiukur, Bandung. Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina, Dr. Dadan Rohdiana melakukan kunjungan ke Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran menemui Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si, Apt. terkait dengan informasi klorokuin yang merupakan analog kuinin sebagai obat malaria namun memiliki kemampuan sebagai obat antivirus Corinavirus Disease (COVID-19). Dalam pertemuannya, Dr. Rohdiana mengangkat mengenai tanaman Kina yang bisa menjadi bahan baku penunjang antivirus tersebut.

Klorokuin yang merupakan bahan aktif untuk obat malaria tersebut memiliki kemampuan sebagai antivirus merupakan salah satu obat hasil skrining terhadap ribuan obat lain yang dilakukan di China National Center of Biotechnology Development, khususnya klorokuin fosfat.

Prof. Keri menyampaikan, Klorokuin fosfat yang dapat menjadi obat untuk mengatasi Covid-19 ini merupakan hasil dari Drug Repurposing atau Repositioning. Hal ini dilakukan karena kebutuhan mengobati pasien terpapar Covid-19, karena jika mengandalkan obat-obat baru dibutuhkan waktu paling sedikit antara 12 sampai dengan 15 tahun, tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Drug Repositioning ini merupakan penggunaan senyawa obat yang telah lolos uji lolos uji sebelumnya untuk mengatasi penyakit baru selain penyakit awal obat tersebut ditujukan, dalam hal ini, obat anti-malaria sebagai antivirus.

Kondisi saat ini yang disebabkan oleh Covid-19, mengakibatkan tidak memungkinnya melakukan riset obat baru mengikuti kaidah umum (dikenal dengan istilah Forward pharmacology approach), jika dilihat dari waktu dan biaya yang dibutuhkan sangat mendesak. Prosedur riset obat baru sesuai kaidah umum harus melalui uji in vitro, in vivo, uji pra klinis hingga uji klinis, yang notabene memerlukan waktu yang panjang, dan biaya yang tidak murah. Hal ini kemudian mendorong para ahli farmasi untuk melakukan reverse pharmacology approach, seperti yang dilakukan di China, yaitu dengan melakukan uji klinis terhadap manusia) dari senyawa obat klorokuin fosfat yang secara hipotesis memiliki modulasi aktivitas terhadap target spesifik biologi dan memiliki efek terapeutik.

Klorokuin fosfat merupakan obat malaria yang awalnya disintesis untuk mengatasi kurangnya pasokan kuinin pada masa Perang Dunia II, karena Jepang menghentikan pasokan kuinin dari pulau Jawa (Dewick, 2009). Senyawa obat klorokuin fosfat ini memiliki cincin kuinolin yang sama dengan cincin pada kuinin dari tanaman kina. Perhatian akan keberadaan tanaman kina ini kemudian meningkatkan semangat Dr. Rohdiana untuk bisa mengembangkan dan mengenalkan kembali ke publik mengenai perkebunan Kina di Indonesia yang bahkan, pohon kina pun ada pada lambang Kabupaten Bandung digambarkan dengan warna hijau dengan latar belakang merah. Selain sebagai anti-malaria dan anti-virus, nilai jual kuinin dari tanaman kina di dunia ilmiah dipercaya mampu mengakselerasi ilmuwan Indonesia khususnya di bidang kimia dan farmakologi.

 

Disusun oleh :

Hilman Maulana, S.T

Narasumber :

Dr. Dadan Rohdiana (Direktur PPTK)

 

 

Daftar Pustaka :

  • Ashburn TT, Thor KB. (2004). "Drug repositioning: identifying and developing new uses for existing drugs". Nature Reviews. Drug Discovery. 3 (8): 673–83. doi:10.1038/nrd1468
  • Institute of Medicine (2014). Drug Repurposing and Repositioning: Workshop Summary. National Academies Press.
  • Dewick, P. M. (2009). Medicinal Natural Products: A Biosynthetic Approach, Third Edition (3rd ed.). John Wiley and Sons Ltd.

Post Terkait

  • Pengaruh Teh Hitam dan Teh Hijau Terhadap Penyerapan Zat Besi oleh Tubuh

    Tanggal : 10 Sep 2020 08:51:25 Wib

    Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah anemia defisiensi gizi. Defisiensi besi ini dapat disebabkan oleh asupan dan serapan yang kurang, seperti kebiasaan mengkonsumsi zat yang dapat menghambat penyerapan zat gizi seperti minum teh pada saat makan. Hambatan penyerapan ini disebabkan oleh polifenol yang terkandung didalam teh, terutama tanin (Besral et al., 2007). Meskipun teh diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tetapi teh juga diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi pada waktu yang salah, seperti pada saat makan atau dalam satu jam setelah makan. Kebiasaan inilah yang menjadi penyebab terjadinya anemia defisiensi besi (Almatsier, 2009).


  • Smart Plantation : Teknologi Drone untuk Perkebunan Teh

    Tanggal : 03 Aug 2020 09:05:00 Wib

    Drone merupakan salah satu teknologi canggih berupa kendaraan udara. Bentuknya menyerupai pesawat terbang atau helikopter yang dapat dioperasikan tanpa dikendarai oleh awak atau pilot. Menurut Dadang (2019), drone merupakan teknologi dengan berbagai kelebihan, diantaranya (1) efisiensi dalam biaya operasi, (2) efisiensi dalam penggunaan air, (3) efisiensi dalam waktu, (4) efisiensi dalam tenaga kerjs, dan (5) rendahnya drift (dalam kondisi tertentu). Menurut Irawaty., et al (2017), drone sudah mulai dikembangkan untuk mendeteksi keadaan dan kesuburan tanah serta pendeteksian kesehatan tanaman. Sehingga drone juga dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pupuk tanaman.


  • Rainfall Simulator Sebagai Pendugaan Laju Erosi Pada Perkebunan Teh Dengan Cara Yang Sederhana

    Tanggal : 13 Jul 2020 14:13:02 Wib

    Degradasi lahan di Indonesia umumnya disebabkan oleh erosi air hujan. Erosi dapat menjadi masalah serius bagi perkebunan teh, hal ini disebabkan karena jika laju erosi pada lahan perkebunan teh besar dapat menyebabkan hilangnya partikel-partikel tanah pada top soil dan menyebabkan terjadinya kehilangan unsur hara pada lapisan atas tanah yang disebabkan oleh pencucian yang berasal dari terjadinya erosi.


  • Masker Gel Peel-Off Ektrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis)

    Tanggal : 29 Jun 2020 11:13:04 Wib

    Teh (Camelia sinensis) merupakan bahan minuman dibuat dari pucuk muda daun teh yang telah mengalami proses pengolahan tertentu seperti pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis dan pengeringan. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan Selatan, namun sekarang telah dikembangkan di seluruh dunia, di daerah tropis maupun subtropis. Teh bermanfaat memberi rasa segar, dapat memulihkan kesehatan badan. Khasiat yang dimiliki oleh minuman teh tersebut berasal dari kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam daun teh. Kandungan senyawa kimia dalam daun teh dapat digolongkan menjadi 4 kelompok besar yaitu golongan fenol, golongan bukan fenol, golongan aromatis dan enzim.


  • Si ”Jambul” Sumber Kehidupan

    Tanggal : 15 Jun 2020 09:26:44 Wib

    Pada usia berapa anda mengetahui fakta bahwa tanaman teh dapat tumbuh menjadi pohon setinggi 15 meter, padahal yang kita lihat selama ini tanaman tersebut hanya tumbuh hingga setinggi pinggang orang dewasa? Jawabannya ada pada pemangkasan. Proses ini merupakan upaya untuk menghasilkan bidang petik yang rendah sehingga mempermudah dalam pemetikan serta dapat menghasilkan pucuk teh dalam jumlah banyak. BPPP (2005) mengemukakan bahwa pemangkasan merupakan tindakan membuang sebagian dari bagian tanaman untuk menumbuhkan dan merangsang pembungaan dan pembuahan ke arah yang dikehendaki.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.