Rantai Pemasaran Produk Teh Gamboeng

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 05 Jan 2020 10:00 Wib | Dibaca : 5664 | Kategori : Artikel


Sumber : Dokumentasi PPTK

Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) merupakan lembaga research dan profit center yang bergerak pada komoditas teh dan kina. Dalam dinamika perjalanan bisnisnya, aspek pemasaran masih menjadi tantangan bisnis sampai saat ini. Philip Kotler and Kevin Lane Keller (2007) mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi.

Untuk menunjang suksesnya kegiatan pemasaran berbagai produk teh yang dihasilkan oleh PPTK dapat dilihat dari saluran distribusi pemasaran produknya (place marketing strategic). Saluran distribusi adalah sekelompok perusahaan dan perorangan yang memiliki hak pemilikan atas produk, atau membantu memindahkan hak pemilik produk atau jasa ketika dipindahkan dari produsen ke konsumen (Philip Kotler dalam Herujuti Purwoko, 1991). Sebagian besar produk teh PPTK baik teh hitam, teh hijau, dan teh putih masih dijual secara tidak langsung melalui word of mouth (WOM) dan offline marketing ke konsumen. Secara spesifik, rantai pemasaran produk teh yang dilakukan di PPTK Gambung terbagi menjadi 3 (tiga) saluran distribusi (Banu Swastha dan Ibnu Sukotjo, 2002) yaitu 1) Saluran pemasaran tidak langsung melalui distributor yang sebagian besar merupakan pedagang kecil dan menengah (pengecer/retailer); 2) Saluran pemasaran secara langsung ke konsumen;  dan 3) Saluran distribusi kerja sama dengan perusahaan besar swasta (PT. Kabepe Chakra) yang merupakan pedagang besar untuk teh.

Gambar 1. Rantai pemasaran produk teh PPTK
(Sumber: Analisis Data Primer Bagian Pemasaran PPTK, 2018)

Secara umum, selain saluran distribusi kerja sama dengan PT. Kabepe Chakra, proses pemesanan dan pengeluaran barang dari aktivitas penjualan berbagai produk teh yang dihasilkan PPTK dilakukan melalui via order. Pada awalnya dilakukan dengan menerima pesanan (PO) dari konsumen. Setelah pemesanan dilakukan, maka bagian bidang produksi akan memenuhi permintaan pemesanan. Jika pada bagian gudang masih tersedia stok produk, maka produk yang tersedialah yang di berikan kepada konsumen. Kemudian, setelah pihak konsumen mengkonfirmasi pemesanan, maka konsumen (customer) akan melakukan pembayaran sesuai dengan pemesanan. Pembayaran tersebut, bisa berupa tunai ataupun transfer. Setelah proses pembayaran selesai barulah pesanan dikirim ke konsumen dengan menggunakan jasa pengiriman terdekat. Untuk lebih jelasnya proses pemesanan dan pengeluaran produk teh PPTK disajikan pada Gambar 2. berikut ini.

Gambar 2. Proses pemesanan dan pengeluaran produk teh PPTK
(Sumber: Analisis Data Primer Bagian Pemasaran PPTK, 2018)

Mengingat perkembangan sistem pemasaran modern yang begitu pesat dan persaingan pasar yang sangat kompetitif saat ini, sudah saatnya PPTK perlu memperluas jaringan rantai pemasaran produk teh-nya agar dapat berjalan lebih efektif, efisien dan memberikan peningkatan nilai tambah antar mata rantai pemasaran produk teh PPTK. Pemanfaatan dan pengintegrasian strategi pemasaran place-promotion melalui media online marketing atau digital marketing (seperti: media sosial, online shopping, e-commerce) sudah menjadi urgensi penerapan sistem pemasaran modern di disruptive era (Kirtis dan Karahan, 2011; Gandhi, et al., 2014; Rodrigues, 2014; Mujayana, et al., 2015) yang penting untuk dilirik oleh PPTK kedepannya. Namun demikian, PPTK perlu tetap mempertahankan dan meningkatkan pelayanan pemasaran melalui word of mouth (WOM) dan offline marketing  (seperti: publikasi di TV, suratkabar, brosur dan poster) yang telah terbentuk dan terpelihara social capital-nya (Chi, 2011; Levy dan Gvili, 2015) sampai saat ini, seperti kepercayaan (trustworthy), norma (norms), dan jaringan (network). Social capital yang telah terpelihara baik dengan para konsumen dan customer dapat menjadi modal social marketing melalui strategi online/digital marketing untuk semakin memperluas jaringan rantai pemasaran dan meningkatkan nilai tambah antar rantai pemasaran produk teh PPTK kedepannya yang kemudian dapat berkontribusi dalam keberlanjutan fungsi bisnis PPTK sebagai profit center.

Disusun oleh :
Muhammad Nuriman (Mahasiswa Universitas Jambi)
Kralawi Sita, SP., MSc. (Peneliti Sosial Ekonomi, Pusat Penelitian Teh dan Kina)

Daftar Pustaka


Post Terkait

  • Pengaruh Teh Hitam dan Teh Hijau Terhadap Penyerapan Zat Besi oleh Tubuh

    Tanggal : 10 Sep 2020 08:51:25 Wib

    Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah anemia defisiensi gizi. Defisiensi besi ini dapat disebabkan oleh asupan dan serapan yang kurang, seperti kebiasaan mengkonsumsi zat yang dapat menghambat penyerapan zat gizi seperti minum teh pada saat makan. Hambatan penyerapan ini disebabkan oleh polifenol yang terkandung didalam teh, terutama tanin (Besral et al., 2007). Meskipun teh diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tetapi teh juga diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi pada waktu yang salah, seperti pada saat makan atau dalam satu jam setelah makan. Kebiasaan inilah yang menjadi penyebab terjadinya anemia defisiensi besi (Almatsier, 2009).


  • Smart Plantation : Teknologi Drone untuk Perkebunan Teh

    Tanggal : 03 Aug 2020 09:05:00 Wib

    Drone merupakan salah satu teknologi canggih berupa kendaraan udara. Bentuknya menyerupai pesawat terbang atau helikopter yang dapat dioperasikan tanpa dikendarai oleh awak atau pilot. Menurut Dadang (2019), drone merupakan teknologi dengan berbagai kelebihan, diantaranya (1) efisiensi dalam biaya operasi, (2) efisiensi dalam penggunaan air, (3) efisiensi dalam waktu, (4) efisiensi dalam tenaga kerjs, dan (5) rendahnya drift (dalam kondisi tertentu). Menurut Irawaty., et al (2017), drone sudah mulai dikembangkan untuk mendeteksi keadaan dan kesuburan tanah serta pendeteksian kesehatan tanaman. Sehingga drone juga dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pupuk tanaman.


  • Rainfall Simulator Sebagai Pendugaan Laju Erosi Pada Perkebunan Teh Dengan Cara Yang Sederhana

    Tanggal : 13 Jul 2020 14:13:02 Wib

    Degradasi lahan di Indonesia umumnya disebabkan oleh erosi air hujan. Erosi dapat menjadi masalah serius bagi perkebunan teh, hal ini disebabkan karena jika laju erosi pada lahan perkebunan teh besar dapat menyebabkan hilangnya partikel-partikel tanah pada top soil dan menyebabkan terjadinya kehilangan unsur hara pada lapisan atas tanah yang disebabkan oleh pencucian yang berasal dari terjadinya erosi.


  • Masker Gel Peel-Off Ektrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis)

    Tanggal : 29 Jun 2020 11:13:04 Wib

    Teh (Camelia sinensis) merupakan bahan minuman dibuat dari pucuk muda daun teh yang telah mengalami proses pengolahan tertentu seperti pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis dan pengeringan. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan Selatan, namun sekarang telah dikembangkan di seluruh dunia, di daerah tropis maupun subtropis. Teh bermanfaat memberi rasa segar, dapat memulihkan kesehatan badan. Khasiat yang dimiliki oleh minuman teh tersebut berasal dari kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam daun teh. Kandungan senyawa kimia dalam daun teh dapat digolongkan menjadi 4 kelompok besar yaitu golongan fenol, golongan bukan fenol, golongan aromatis dan enzim.


  • Si ”Jambul” Sumber Kehidupan

    Tanggal : 15 Jun 2020 09:26:44 Wib

    Pada usia berapa anda mengetahui fakta bahwa tanaman teh dapat tumbuh menjadi pohon setinggi 15 meter, padahal yang kita lihat selama ini tanaman tersebut hanya tumbuh hingga setinggi pinggang orang dewasa? Jawabannya ada pada pemangkasan. Proses ini merupakan upaya untuk menghasilkan bidang petik yang rendah sehingga mempermudah dalam pemetikan serta dapat menghasilkan pucuk teh dalam jumlah banyak. BPPP (2005) mengemukakan bahwa pemangkasan merupakan tindakan membuang sebagian dari bagian tanaman untuk menumbuhkan dan merangsang pembungaan dan pembuahan ke arah yang dikehendaki.