Kesalahan Meminum Teh Hijau

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 02 Dec 2019 08:00 Wib | Dibaca : 3993 | Kategori : Artikel


Teh adalah bahan minuman yang sangat bermanfaat, terbuat dari pucuk tanaman teh (Camellia sinensis) melalui proses pengolahan tertentu dan sebagai bahan minuman alami yang sangat populer diberbagai kalangan sejak 28 abad sebelum Masehi menurut (Suharno, 2000). Teh hijau merupakan teh yang diperoleh tanpa proses fermentasi (oksidasi enzimatis) yaitu dibuat dengan cara menginaktifkan enzim fenolase yang ada dalam pucuk daun teh segar  menurut (Lelita, 2019).

Gambar 1. Teh Hijau Gamboeng

(Sumber : PPTK)

Berbagai macam produk minuman dipasaran,  teh merupakan salah satu minuman yang banyak mengandung manfaat bagi kesehatan, karena kandungan polifenol dalam teh hijau sangat bermanfaat bagi kesehatan yakni catechin yang mampu mengurangi resiko penyakit jantung, membunuh sel tumor, dan menghambat pertumbuhan kanker paru-paru, kanker usus, terutama sel kanker kulit. Terdapat 15-30% senyawa catechins yang terdiri dari 59,04% Epigallocatechin gallate (EGCG), 19,28% Epigallocatechin (EGC), 13,69% Epigallocatechin (ECG), 6,39% Epicatechin (EC) dan 1,60% Gallocatechin (GC).

Tetapi  ada kesalahan kesalahan yang di lakukan oleh si peminum teh sehingga teh tidak dapat manfaat nya bagi kesehatan antara lain :

1. Meminum teh dengan susu

Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Charite Hospital, University of Berlin, teh memang berfungsi untuk meningkatkan aliran darah dan kemampuan arteri untuk berelaksasi, tapi kalau dicampur susu justru dapat menghambat efek perlindungan yang dimiliki oleh teh. Jika kamu ingin menarik manfaat dari teh, ya jangan mencampurkannya dengan susu. Masih menurut para peneliti, susu mengandung protein kasein yang dapat menurunkan sejumlah komponen yang terdapat pada teh, seperti catechin yang sangat bermanfaat untuk melawan penyakit jantung. Sebuah riset dari Jerman mengukur efek teh hitam dengan susu dan air hangat bersama 16 sukarelawan wanita, di mana tes-tes membuktikan bahwa teh hitam dapat melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. “Namun ketika ditambah susu, pembuluh darah bisa dilihat tidak melebar sama sekali,” ungkap Mario Lorenz, salah satu ahli biologi dari European Heart Journal.

2. Jangan Minum Teh Hijau setelah Makan

Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang teh hijau adalah mengonsumsinya setelah makan. Banyak orang yang berpikiran jika minum teh hijau setelah makan akan membuang semua kalori yang baru saja didapatkan. Tetapi faktanya, Penelitian Thankachan, et al. (2008) pada wanita menyimpulkan bahwa konsumsi teh 1-2 cangkir sehari menurunkan absorbsi besi, baik pada wanita dengan anemia ataupun tidak. Konsumsi 1 cangkir teh sehari dapat menurunkan absorbsi Fe sebanyak 49% pada penderita anemia defisiensi besi, sedangkan konsumsi 2 cangkir teh sehari menurunkan absorbasi Fe sebesar  67% pada penderita anemia defisiensi Fe dan 66% pada kelompok kontrol. Teh yang dikonsumsi setelah makan hingga 1 jam akan mengurangi daya serap sel darah merah terhadap zat besi sebesar 64% maka dari itu dianjurkan untuk mengkonsumsi teh 2 jam setelah makan.

3. Jangan Minum Teh Hijau yang Super Panas

Minum teh hijau saat masih sangat panas tidak hanya membuatnya terasa hambar, tetapi juga bisa berakhir dengan sakit perut dan tenggorokan. Hal itu ditemukan dalam sebuah studi anyar yang dipublikasikan dalam  International Journal of Cancer beberapa waktu lalu menerbitkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tehran University of Medical Sciences. Para peneliti menemukan, mereka yang menyukai minuman teh dengan suhu lebih dari 60 derajat Celcius dan mengonsumsinya lebih dari 700 ml (dua cangkir besar) berisiko terkena kanker kerongkongan. Menurut Farhad Islami selaku penulis utama penelitian itu mengatakan bahwa cedera termal kronis akibat terpapar suhu panas menyebabkan peradangan yang berujung pada kanker. Hal itu mempengaruhi lapisan esofagus dengan dalam yang mengakibatkan mudahnya karsinogen dicerna lewat makanan atau minuman

 

Disusun oleh :

  1. Fadrin Rizki Aditya (Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Pasundan)
  2. Sugeng Harianto S. TP (Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjiniring, PPTK)

 

Daftar Pustaka :

Antipolis S. 2007. Addition of milk prevents vascular protective effects of tea. European Heart Journal.

Islami F., Poustchi H., Pourshams A., Khoshnia M., Gharavi A., dan Kamangar F. 2019. A prospective study of tea drinking temperature and risk of esophageal squamous cell carcinoma. Tehran University of Medical Sciences. Iran.

Lelita, 2019. Sifat Antioksidatif Ekstak Teh (Camellia Sinensis Linn) Jenis Teh Hijau, Teh Hitam, Teh Oolong dan Teh Putih Dengan Pengeringan Beku (Freeze Drying)Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Univeritas Semarang

Suharno, 2000. Coeficient Of Performance (COP) Energi Pada Withering Trough Dalam Proses Pelayuan Pucuk Teh (skripsi) Jurusan Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Thankachan P., Walczyk T., Muthayya S., Kurpad A., dan Hurrell R. 2008. Iron absorption in young indian woman :The interaction of iron status with influence of tea and ascorbic acid 1-3. American of Journal Clinical Nutrition, 87(4), 881-886.


Post Terkait

  • Pengaruh Teh Hitam dan Teh Hijau Terhadap Penyerapan Zat Besi oleh Tubuh

    Tanggal : 10 Sep 2020 08:51:25 Wib

    Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah anemia defisiensi gizi. Defisiensi besi ini dapat disebabkan oleh asupan dan serapan yang kurang, seperti kebiasaan mengkonsumsi zat yang dapat menghambat penyerapan zat gizi seperti minum teh pada saat makan. Hambatan penyerapan ini disebabkan oleh polifenol yang terkandung didalam teh, terutama tanin (Besral et al., 2007). Meskipun teh diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tetapi teh juga diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi pada waktu yang salah, seperti pada saat makan atau dalam satu jam setelah makan. Kebiasaan inilah yang menjadi penyebab terjadinya anemia defisiensi besi (Almatsier, 2009).


  • Smart Plantation : Teknologi Drone untuk Perkebunan Teh

    Tanggal : 03 Aug 2020 09:05:00 Wib

    Drone merupakan salah satu teknologi canggih berupa kendaraan udara. Bentuknya menyerupai pesawat terbang atau helikopter yang dapat dioperasikan tanpa dikendarai oleh awak atau pilot. Menurut Dadang (2019), drone merupakan teknologi dengan berbagai kelebihan, diantaranya (1) efisiensi dalam biaya operasi, (2) efisiensi dalam penggunaan air, (3) efisiensi dalam waktu, (4) efisiensi dalam tenaga kerjs, dan (5) rendahnya drift (dalam kondisi tertentu). Menurut Irawaty., et al (2017), drone sudah mulai dikembangkan untuk mendeteksi keadaan dan kesuburan tanah serta pendeteksian kesehatan tanaman. Sehingga drone juga dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pupuk tanaman.


  • Rainfall Simulator Sebagai Pendugaan Laju Erosi Pada Perkebunan Teh Dengan Cara Yang Sederhana

    Tanggal : 13 Jul 2020 14:13:02 Wib

    Degradasi lahan di Indonesia umumnya disebabkan oleh erosi air hujan. Erosi dapat menjadi masalah serius bagi perkebunan teh, hal ini disebabkan karena jika laju erosi pada lahan perkebunan teh besar dapat menyebabkan hilangnya partikel-partikel tanah pada top soil dan menyebabkan terjadinya kehilangan unsur hara pada lapisan atas tanah yang disebabkan oleh pencucian yang berasal dari terjadinya erosi.


  • Masker Gel Peel-Off Ektrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis)

    Tanggal : 29 Jun 2020 11:13:04 Wib

    Teh (Camelia sinensis) merupakan bahan minuman dibuat dari pucuk muda daun teh yang telah mengalami proses pengolahan tertentu seperti pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis dan pengeringan. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan Selatan, namun sekarang telah dikembangkan di seluruh dunia, di daerah tropis maupun subtropis. Teh bermanfaat memberi rasa segar, dapat memulihkan kesehatan badan. Khasiat yang dimiliki oleh minuman teh tersebut berasal dari kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam daun teh. Kandungan senyawa kimia dalam daun teh dapat digolongkan menjadi 4 kelompok besar yaitu golongan fenol, golongan bukan fenol, golongan aromatis dan enzim.


  • Si ”Jambul” Sumber Kehidupan

    Tanggal : 15 Jun 2020 09:26:44 Wib

    Pada usia berapa anda mengetahui fakta bahwa tanaman teh dapat tumbuh menjadi pohon setinggi 15 meter, padahal yang kita lihat selama ini tanaman tersebut hanya tumbuh hingga setinggi pinggang orang dewasa? Jawabannya ada pada pemangkasan. Proses ini merupakan upaya untuk menghasilkan bidang petik yang rendah sehingga mempermudah dalam pemetikan serta dapat menghasilkan pucuk teh dalam jumlah banyak. BPPP (2005) mengemukakan bahwa pemangkasan merupakan tindakan membuang sebagian dari bagian tanaman untuk menumbuhkan dan merangsang pembungaan dan pembuahan ke arah yang dikehendaki.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.