Metode Analisis Pucuk untuk Menilai Kualitas Pucuk Teh

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 07 Oct 2019 08:00 Wib | Dibaca : 4590 | Kategori : Artikel


Gambar 1. Pucuk Teh (Dokumentasi Pribadi)

Teh (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang diperdagangkan di dunia. Seiring dengan meningkatnya persaingan perdagangan teh, produsen dituntut untuk menghasilkan teh yang berkualitas dengan kuantitas yang stabil. Salah satu metode yang umum digunakan di perkebunan teh untuk menentukan kualitas pucuk adalah dengan cara analisis pucuk. Analisis pucuk bertujuan untuk mengetahui dan menentukan kualitas pucuk teh yang memenuhi syarat (MS) olah.

Analisis pucuk merupakan proses pengelompokan hasil petikan kedalam kategori petika halus dan petikan kasar. Petikan halus meliputi pucuk muda, lembar muda, dan rusak muda. Petikan kasar meliputi pucuk tua, lembar tua, rusak tua, hama penyakit, dan tangkai. Untuk mengetahui dasar pendugaan mutu olahan teh yang dihasilkan, hasil analisis pucuk dinyatakan dalam persen. Penting juga diketahui bahwa kegiatan analisa pucuk selain untuk menilai kondisi pucuk yang akan diolah juga dapat mengetahui kinerja mandor dan menentukan harga petikan yang dibayarkan kepada pemetik. Berikut ini adalah cara analisis pucuk:

  • Contoh pucuk diambil dari waring yang baru tiba dari kebun sebanyak segenggam diletakkan pada keranjang yang sudah diberi label nama masing-masing mandor kebun.
  • Masing-masing blok diambil sekitar 10% dari setiap waring untuk contoh pucuk yang dibawa oleh truk
  • Sampel pucuk dikumpulkan, kemudian dicampur merata dan diambil 1 kg.
  • Sampel pucuk kemudian ditimbang 200 g untuk dianalisis.
  • Sampel pucuk 200 g tersebut satu per satu dipisahkan bagian muda dan bagian yang tua berdasarkan rumus petik (dipotes).
  • Setelah semua dipisahkan bagian muda dan yang tua lalu ditimbang.

 

Gambar 2. Analisa Pucuk (Dokumentasi Pribadi)

Setelah pucuk teh dianalisis lalu dimasukkan dalam catatan sebagai arsip dan bahan evaluasi perusahan dan juga bahan evaluasi kinerja dari pemetik. Dalam pengolahan teh untuk mendapatkan hasil olahan dengan memiliki kualitas rasa dan aroma yang khas maka dibutuhkan pucuk teh dengan kriteria muda (p+1, p+2m, p+3, p+3m, b+1m, b+2m dan b+3m). Kualitas pucuk yang belum memenuhi syarat dapat diakibatkan oleh kondisi tanaman teh banyak terserang hama dan penyakit yang mengakibatkan pertumbuhan pucuk terganggu. Selain itu, kondisi lingkungan seperti kemarau panjang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas produksi pucuk teh.

 

Disusun oleh :

Yudi Candra (Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung)

Fani Fauziah, S.P. (Peneliti Agronomi Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung)


Post Terkait

  • Pengaruh Teh Hitam dan Teh Hijau Terhadap Penyerapan Zat Besi oleh Tubuh

    Tanggal : 10 Sep 2020 08:51:25 Wib

    Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah anemia defisiensi gizi. Defisiensi besi ini dapat disebabkan oleh asupan dan serapan yang kurang, seperti kebiasaan mengkonsumsi zat yang dapat menghambat penyerapan zat gizi seperti minum teh pada saat makan. Hambatan penyerapan ini disebabkan oleh polifenol yang terkandung didalam teh, terutama tanin (Besral et al., 2007). Meskipun teh diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, tetapi teh juga diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi pada waktu yang salah, seperti pada saat makan atau dalam satu jam setelah makan. Kebiasaan inilah yang menjadi penyebab terjadinya anemia defisiensi besi (Almatsier, 2009).


  • Smart Plantation : Teknologi Drone untuk Perkebunan Teh

    Tanggal : 03 Aug 2020 09:05:00 Wib

    Drone merupakan salah satu teknologi canggih berupa kendaraan udara. Bentuknya menyerupai pesawat terbang atau helikopter yang dapat dioperasikan tanpa dikendarai oleh awak atau pilot. Menurut Dadang (2019), drone merupakan teknologi dengan berbagai kelebihan, diantaranya (1) efisiensi dalam biaya operasi, (2) efisiensi dalam penggunaan air, (3) efisiensi dalam waktu, (4) efisiensi dalam tenaga kerjs, dan (5) rendahnya drift (dalam kondisi tertentu). Menurut Irawaty., et al (2017), drone sudah mulai dikembangkan untuk mendeteksi keadaan dan kesuburan tanah serta pendeteksian kesehatan tanaman. Sehingga drone juga dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pupuk tanaman.


  • Rainfall Simulator Sebagai Pendugaan Laju Erosi Pada Perkebunan Teh Dengan Cara Yang Sederhana

    Tanggal : 13 Jul 2020 14:13:02 Wib

    Degradasi lahan di Indonesia umumnya disebabkan oleh erosi air hujan. Erosi dapat menjadi masalah serius bagi perkebunan teh, hal ini disebabkan karena jika laju erosi pada lahan perkebunan teh besar dapat menyebabkan hilangnya partikel-partikel tanah pada top soil dan menyebabkan terjadinya kehilangan unsur hara pada lapisan atas tanah yang disebabkan oleh pencucian yang berasal dari terjadinya erosi.


  • Masker Gel Peel-Off Ektrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis)

    Tanggal : 29 Jun 2020 11:13:04 Wib

    Teh (Camelia sinensis) merupakan bahan minuman dibuat dari pucuk muda daun teh yang telah mengalami proses pengolahan tertentu seperti pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis dan pengeringan. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan Selatan, namun sekarang telah dikembangkan di seluruh dunia, di daerah tropis maupun subtropis. Teh bermanfaat memberi rasa segar, dapat memulihkan kesehatan badan. Khasiat yang dimiliki oleh minuman teh tersebut berasal dari kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam daun teh. Kandungan senyawa kimia dalam daun teh dapat digolongkan menjadi 4 kelompok besar yaitu golongan fenol, golongan bukan fenol, golongan aromatis dan enzim.


  • Si ”Jambul” Sumber Kehidupan

    Tanggal : 15 Jun 2020 09:26:44 Wib

    Pada usia berapa anda mengetahui fakta bahwa tanaman teh dapat tumbuh menjadi pohon setinggi 15 meter, padahal yang kita lihat selama ini tanaman tersebut hanya tumbuh hingga setinggi pinggang orang dewasa? Jawabannya ada pada pemangkasan. Proses ini merupakan upaya untuk menghasilkan bidang petik yang rendah sehingga mempermudah dalam pemetikan serta dapat menghasilkan pucuk teh dalam jumlah banyak. BPPP (2005) mengemukakan bahwa pemangkasan merupakan tindakan membuang sebagian dari bagian tanaman untuk menumbuhkan dan merangsang pembungaan dan pembuahan ke arah yang dikehendaki.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.