Teh dan Kesehatan Wanita

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 30 May 2017 09:03 Wib | Dibaca : 1969 | Kategori : Artikel


Oleh : Dr. Dadan Rohdiana

Mengingat osteoporosis merupakan penyakit yang cukup dominan pada kaum wanita yang tidak bukan adalah mayoritas penghuni bumi ini, maka penelitian-penelitian yang mengarah pada penghambatan penyakit ini dinilai sangat bermanfaat. Berdasarkan data analisis beberapa penelitian penyerapan tulang pada hewan percobaan, teh secara gemilang berhasil mengurangi tingginya penyerapan penyebab kehilangan massa tulang yang berlebihan. Studi epdemiologi pada populasi manusia mendukung hasil riset pada hewan coba diatas. Diakui dalam penelitian ini, teh telah teridentifikasi oleh Mediterranean Osteoporosis Study sebagai faktor pelindung yang sangat potensial terhadap osteoporosis.

Teh juga memberikan harapan bagi penderita masalah tulang lainnya, osteogenesis imperfecta (OI). Penyakit OI ini merupakan penyakit yang relatif langka, dimana tulang secara tidak normal rapuh dan mudah patah. Dr. G. Cetta dari Jurusan Biokimia, Univerita di Pavia, Italy menyatakanan bahwa suplementasi teh mampu meningkatkan struktur dan meningkatkan fungsi tulang rawan pada pasien penderita OI.

Pada penelitian sejenis, empat orang gadis belia, berumur empat hingga dua belas tahun yang mengalami penyakit OI ini dibantu proses penyembuhannya dengan pemberian teh selama lebih dari satu bulan. Hasilnya? Resiko patah tulang berkurang secara signifikan. Hasil mikroskopis pada tulang mereka menunjukkan bahwa banyak parameter tulang yang awalnya tidak normal menjadi normal kembali. Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut, studi kasus ini sangat menjanjikan.


Post Terkait

  • Empoasca, Si Kecil yang “Merepotkan”

    Tanggal : 08 Apr 2019 09:31:14 Wib

    Teh merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, dalam proses budidaya tanaman teh, keberadaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses produksi tanaman teh dalam menghasilkan pucuk yang akan dipanen. Salah satu hama utama pada tanaman teh adalah Empoasca sp. Pada awalnya Empoasca sp. bukanlah hama utama tanaman teh namun, hama utama tanaman kapas. Empoasca sp. juga dikenal dengan sebutan Wereng Pucuk Teh (WPT). Selain di Indonesia, WPT juga merupakan hama utama tanaman teh di India dan Jepang.


  • Kina, Apa Kabarnya ?

    Tanggal : 18 Mar 2019 10:39:00 Wib

    Pada mulanya, Kina tumbuh di sepanjang gunung Andes dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Sentra produksi kina di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Berdasarkan daerah asalnya, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 meter diatas permukaan laut (mdpl). Di Indonesia tanaman ini biasanya ditanam pada ketinggian 800 - 2.000 mdpl.


  • Kina: Karunia Nusantara

    Tanggal : 05 Mar 2019 09:59:18 Wib

    Konon kina disebut pohon ajaib karena berfungsi sebagai penawar penyakit malaria yang kala itu mewabah dan memakan banyak korban. Kina memang bukan tanaman asli Indonesia. Namun, Indonesia yang dulu bernama Hindia Belanda pernah menjadi salah satu sumber kina terbesar serta menguasai 90% pasar kina dunia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes, meliputi Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Masa penjajahan Belanda menjadi awal masuk tanaman kina berkat usul Reinwart, Junghuhn, serta Mulder.


  • Perjalanan Panjang Sebuah Bibit Teh (Camellia sinensis (L.)

    Tanggal : 18 Feb 2019 08:41:00 Wib

    Fase bibit adalah fase yang pasti dilalui oleh setiap tanaman, termasuk tanaman teh. Pembibitan tanaman teh dapat dilakukan secara generatif maupun vegetatif, yang kemudian akan dipindah tanam ke areal perkebunan. Sejak tahun 1970-an, teknik perbanyakan yang dilakukan di Indonesia adalah dengan cara vegetatif yaitu menanam setek.


  • Kadar Pati Akar, Awal yang Menentukan

    Tanggal : 04 Feb 2019 08:44:00 Wib

    Tahukah anda, jika setiap 3-4 tahun sekali tanaman teh harus di pangkas!! Ya, pemangkasan pada tanaman teh merupakan tindakan kultur teknis untuk mempertahankan ketinggian bidang petik dan tanaman teh tetap dalam fase vegetatifnya. Produksi pucuk yang tinggi dapat diperoleh dengan menghindari pertumbuhan fase generatif sehingga semakin panjang fase vegetatif semakin panjang pula masa produksi tanaman tersebut.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.