Jepang Kembali ke Teh Hitam

Penulis : Dr. Dadan Rohdiana, Administrator


Tanggal Posting : 14 Jul 2016 08:11 Wib | Dibaca : 3313 | Kategori : Artikel


Ketenaran Jepang sebagai produsen utama teh hijua dunia sudah tidak diragukan lagi keabsahannya. Namun perlahan tapi pasti, predikat itu sudah mulai luntur. Tidak kurang dari 200 produsen teh hijau kini mulai meninggalkan teh hijau dan beralih ke teh hitam. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tulisan ini akan mengulas secara singkat alasan mengapa mereka mulai berbondong-bondong mengolah teh hitam yang mereka yakini mampu memberikan manfaat lebih bagi kesehatan.
Sejarah Teh Hitam di Jepang


Abad ke-12 setelah masehi, Jepang belajar ke China bagaimana menanan dan mengolah teh hijau. Pada abad ke 19 pemerintah Jepang memutuskan untuk meningkatkan nilai tambah ekspornya melalui sutra dan teh. Melihat keberhasilan China, India dan Srilanka yang mengekspor teh hitam ke Amerika dan Eropa, terutama Inggris. Jepang pun kembali mengirim orang nya ke China untuk belajar mengolah teh hitam serta ke India untuk mengambil biji teh asal Assamica. Namun, iklim di Jepang ternyata tidak bersahabat dengan Assamica. Tahun 1901 Pusat Penelitian Teh di Makurazaki melakukan penelitian untuk menghasilkan tanaman teh yang cocok untuk teh hitam. Hal senada juga dilakukan Kogoshima Prefectural Institute for Agricultural Development pada tahun 1929. Bahkan mereka didukung penuh oleh Departemen Pertaniannya Jepang. Kerjasama ini berlangsung hingga tahun 1939. Pada tahun 1946 penelitian pemuliaan tanaman untuk teh hitam dihentikan. Makurazaki Experiment Station yang dibentuk tahun 1901 akhirnya harus ditutup juga pada tahun 1980 karena sejak tahun 1970 produsen teh lokal Jepang beralih dari teh hitam ke teh hijau hingga tahun 2000. Teh hitam akhirnya diimpor dari Inggris atau langsung dari India, Srilanka, China dan bahkan Indonesia meski dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.


Sejak tahun 2000 banyak pengusaha yang mencoba memulai kembali untuk mengolah teh hitam. Ternyata kenyataan ini menjadikan para pengusaha teh hitam Jepang ini mulai mahir dalam mengolah teh hitam. Tahun 2007 teh hitam Jepang meraih dua penghargaan emas di Britain’s Great Taste Award. Bahkan dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2009, teh hitam Jepang meraih tiga penghargaan emas di ajang yang sama. Kenyataan inilah yang menjadikan pengusaha teh hitam Jepang semakin “pede” untuk terus menjadikan teh hitam sebagai produk utama mereka.
Mengapa Teh Hitam?


Setidaknya ada tiga alasan yang mendasari mengapa para pengusaha mulai beralih ke teh hitam. Pertama, meningkatnya konsumsi teh hijau dalam kemasan ternyata menurukan konsumsi teh secara nasional di Jepang. Hal ini sangat dimungkinkan mengingat untuk minuman dalam kemasan, teh bukanlah faktor yang paling menonjol. Komponen utamanya adalah air; kedua, rendahnya harga teh hijau terutama teh hijau yang dihasilkan dari pemanenan kedua dan ketiga saat late spring and summer; ketiga: meningkatnya perhatian terhadap pemanis sebagai bahan tambahan pangan juga menjadi penyebab perubahan pola konsumsi teh. Teh hitam lebih cocok diberi pemanis dibandingkan dengan teh hijau.


Post Terkait

  • Kebutuhan Unsur Hara Nitrogen Pada Tanaman Teh

    Tanggal : 12 Aug 2019 10:50:00 Wib

    Kesuburan tanah pada berbagai lahan pertanaman teh bervariasi sesuai dengan jenis tanah (kesuburan potensial) dan kadar hara yang tersedia pada lapisan atas / solum (kesuburan aktual) tanah. Kesuburan potensial dan aktual tanah setiap blok kebun berbeda-beda, sehingga kemampuan tanah menyediakan hara bagi tanaman juga berbeda-beda.


  • Pemetikan Halus Pada Tanaman Teh, Apakah Itu?

    Tanggal : 29 Jul 2019 10:45:00 Wib

    Pemetikan merupakan kegiatan pengambilan atau pemungutan bagian tanaman teh berupa pucuk dan juga daun-daun muda yang sudah memenuhi ketentuan dan berada pada bidang petik (Santoso et al, 2006). Pemetikan dilakukan sebagai usaha untuk membentuk kondisi tanaman teh agar mampu berproduksi tinggi secara berkesinambungan. Dalam hal ini mutu standar teh sangat bergantung pada jenis petikan, jenis petikan yang tepat atau sesuai akan menghasilkan mutu teh yang tinggi. Oleh karena itu, pemetikan yang dilakukan harus berdasarkan ketentuan-ketentuan sistem petikan dan syarat-syarat pengolahan yang berlaku.


  • Pemetikan Teh dengan Mesin Petik

    Tanggal : 15 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Tenaga pemetik merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam upaya menghasilkan produk teh yang berkualitas dengan kuantitas yang maksimal. Ketersediaan tenaga pemetik yang sesuai dengan rasio tenaga pemetik akan membantu dalam proses pencapaian target produksi yang telah ditetapkan.Menurut Deptan pada tahun 2007, peningkatan kualitas teh masih menghadapi beberapa tantangan dan kendala yang diantaranya adalah produktivitas tanaman yang belum optimal, meningkatnya biaya produksi sedangkan harga jual relatif rendah serta tingkat konsumsi teh di Indonesia yang masih rendah.


  • Penjaga Kualitas Teh

    Tanggal : 01 Jul 2019 10:30:00 Wib

    Ayo nge-Teh !!! Tahukah Anda? Di era modern ini teh menjadi minuman paling banyak dikonsumsi setelah air mineral dan menjadi favorit semua kalangan masyarakat. Teh kerap kali ditemukan di berbagai tempat makan dan dapat dinikmati secara gratis. Teh merupakan sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok yaitu, teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih (Lelita Dea Ira et al., 2018).


  • Purple Tea, Teh Jenis Baru yang Memiliki Segudang Manfaat

    Tanggal : 17 Jun 2019 10:00:00 Wib

    Mutasi genetik dapat menyebabkan perubahan pada tanaman, seperti perubahan fisiologi dan morfologi tanaman. Salah satu hasil mutasi genetik pada tanaman teh adalah jenis purple tea. Purple tea merupakan jenis teh baru yang mulai berkembang di Indonesia. Penampakan daun purple tea lebih gelap jika dibandingkan daun teh pada umummnya. Negara Kenya sudah mengembangkan kultivar dari purple tea yang bernama TRFK 306/1 selama 25 tahun.


Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.