KATA SAMBUTAN DIREKTUR PUSAT PENELITIAN TEH DAN KINA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Selamat datang di website Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung. Sebagai lembaga yang memiliki mandat melaksanakan kegiatan penelitian komoditi teh dan kina, PPTK yang berdiri sejak 10 Januari 1973 dituntut untuk lebih produktif dalam menghasilkan riset yang inovatif…

Selengkapnya

BERITA TERKINI

Kunjungan Kemenko Perekonomian…

17 May 2019 15:15 Wib

Pada hari Kamis, 16 Mei 2019, Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) menerima kunjungan dari Keasdepan Kerja Sama Ekonomi Asia,…

Duka Dunia Pertehan Indonesia

15 May 2019 13:46 Wib

Salah satu peneliti Pemuliaan Tanaman sekaligus Direktur Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) periode 2003 - 2004, Dr. Ir. I.G.P.…

Pendampingan Kopkar Gunung…

09 May 2019 09:40 Wib

Koperasi Karyawan (Kopkar) Gunung Tilu Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) mendapatkan kehormatan menjadi satu dari dua koperasi sasaran program…

ARTIKEL

Empoasca, Si Kecil yang “Merepotkan”

Tanggal Update : 08 Apr 2019 09:31 Wib

Teh merupakan salah satu tanaman perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, dalam proses budidaya tanaman teh, keberadaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses produksi tanaman teh dalam menghasilkan pucuk yang akan dipanen. Salah satu hama utama pada tanaman teh adalah Empoasca sp. Pada awalnya Empoasca sp. bukanlah hama utama tanaman teh namun, hama utama tanaman kapas. Empoasca sp. juga dikenal dengan sebutan Wereng Pucuk Teh (WPT). Selain di Indonesia, WPT juga merupakan hama utama tanaman teh di India dan Jepang.

Kina, Apa Kabarnya ?

Tanggal Update : 18 Mar 2019 10:39 Wib

Pada mulanya, Kina tumbuh di sepanjang gunung Andes dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852. Sentra produksi kina di Indonesia adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Berdasarkan daerah asalnya, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 meter diatas permukaan laut (mdpl). Di Indonesia tanaman ini biasanya ditanam pada ketinggian 800 - 2.000 mdpl.

Kina: Karunia Nusantara

Tanggal Update : 05 Mar 2019 09:59 Wib

Konon kina disebut pohon ajaib karena berfungsi sebagai penawar penyakit malaria yang kala itu mewabah dan memakan banyak korban. Kina memang bukan tanaman asli Indonesia. Namun, Indonesia yang dulu bernama Hindia Belanda pernah menjadi salah satu sumber kina terbesar serta menguasai 90% pasar kina dunia. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes, meliputi Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Masa penjajahan Belanda menjadi awal masuk tanaman kina berkat usul Reinwart, Junghuhn, serta Mulder.